Tawaran menggiurkan diberikan oleh Lapierre. Pabrikan asal
Perancis ini menawarkan sepeda downhill yang lebih ringan. Selain itu,
nama-nama yang menjadi trademark sepeda ini juga dibuat agak aneh. DH920 Pengembangan selama 2 tahun lebih dilakukan agar sepeda ini
benar-benar prima. Travel rearshock sepanjang 200 mm yang menggunakan Fox DHX
coil sangat cukup untuk melibas berbagai rintangan. Steering dibuat lebih ramping, sehingga menghasilkan berat total
17,2 kg, lebih ringan dari seri sebelumnya, DH230. Sepeda yang dipakai oleh
Nicolas Vouilloz ini memakai groupset Shimano Saint, fork Fox 40 RC2, rem
Formula The One, dan wheelset Mavic Deemax.
Froggy Seperti yang sudah diungkapkan diatas kalau Lapierre memakai
nama-nama yang aneh, maka Anda bisa menyimaknya lewat sepeda yang satu ini.
Namanya Froggy, sepeda untuk freeride. Sepeda yang cukup ringan ini memakai
teknologi OST, mirip dengan virtual pivot point tapi dengan kenyamanan yang
lebih tinggi untuk rear shock bertravel panjang. Geometri sepeda ini dibuat
agar pas dengan fork bertravel 160 dan 180 mm. Beratnya 15,7 kg menggunakan
groupset Shimano Saint, rear shock Fox DHX air 4.0, fork Fox 36 Van RC3, rem
Formula Oro K18.
Spicy
Nah, kalau yang ini sepeda untuk all mountain. Warnanya
memang terlihat pedas, mirip-mirip cabe rawit. Mungkin alasan itulah kenapa
Lapierre menamakan sepeda ini Spicy yang menggunakan fork ber-travel 160 mm. Pada
bagian seat dan chain stay, Spicy memakai bahan karbon. Cocok sekali untuk
penggunaan jarak jauh di medan
offroad berbatu. Zesty
Begitu juga untuk Zesty. Tak jauh beda dengan Spicy, Zesty
menggunakan fork ber-travel lebih pendek, yaitu 140 mm (Fox RP2) tapi hub-nya
thru-axle kompatibel dengan sistem Shimano/Fox. Groupset memakai Shimano XTR
dan rem Formula R1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar